Viral Plester Demam Disebut Bisa Bikin HR ‘Adem’ Saat Lari, Dokter Angkat Bicara

waktu baca 2 menit
Jumat, 16 Okt 2026 23:53 0 Redaksi LN News (Lawyer Nusantara News)

Jakarta – LN-NEWS.ID

Berbagai cara dilakukan pelari untuk menjaga heart rate (HR) tetap stabil saat berlari. Sampai-sampai, muncul ‘hack lari’, plester demam disebut dapat membantu detak jantung lebih “adem” ketika olahraga.

“Hack lari di Jakarta: Tempel B** B** F*v*r di ruas atas tulang punggung, sedikit di bawah leher (upper thoracic spine, C7-T2). Tetep lebih sumuk daripada lari di Edinburgh, tapi lumayan bikin HR lebih adem,” tulis akun dyah*** dikutip detikcom dari Threads, Rabu (14/10/2026).

Terlepas dari ‘hack lari’ tersebut, ternyata sensasi dingin dengan HR ‘adem’ ini bisa dijelaskan secara ilmiah.

Banner LN-News.ID

Dokter spesialis olahraga, dr Andhika Raspati, SpKO mengatakan bahwa situasi ini dinamakan external cooling, yakni usaha “dari luar” untuk mendinginkan suhu tubuh saat olahraga.

“Secara penelitian yang cukup kuat dan valid untuk kita pakai adalah, kalau kita mau external cooling, itu pakai es. Kan sekarang ada rompi es, cooling pakai es,” kata dr Dhika saat bertemu dengan detikcom di Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2026).

dr Dhika menambahkan, sensasi dingin dari es inilah yang membuat tubuh seseorang lebih rileks saat berolahraga, sehingga sedikit banyak akan membantu mengontrol detak jantung atau heart rate.

Namun bagaimana dengan plester deman yang katanya dapat menjadi alternatif dari es tersebut untuk mendinginkan tubuh?

“Tapi mungkin bisa membantu. Jangan lupa, yang namanya olahraga itu kan ada faktor subjektif, faktor sugesti itu ngaruh,” katanya.

“Jadi mungkin dengan kita dibuat nyaman, adem nih (pakai plester demam) secara performa lebih tertata lagi. Meskipun dibilang HR-nya jadi lebih turun ya,” tutupnya. detik/

 

Avatar photo

Redaksi LN News (Lawyer Nusantara News)

LN-News.ID mengusung semangat untuk menghadirkan pemberitaan hukum yang berimbang, faktual, mendidik, serta mendorong terciptanya kesadaran hukum di tengah masyarakat.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA