
Banjarbaru, LN-NEWS.ID
Ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Blok Merah, Gubernur Syarkawi. Untuk mendukung operasi tersebut, sekitar delapan truk tangki difungsikan untuk menyuplai air ke lokasi kebakaran.
Kepala Dinas ESDM Provinsi Kalsel, Endarto, mengatakan, karakteristik wilayah Blok Merah berbeda dengan kawasan Guntung Damar sehingga membutuhkan strategi tersendiri dalam penyediaan air.
“Kalau di Guntung Damar, mekanisme sumber daya air masih memungkinkan. Namun, di sini kami harus mencari sumber air sehingga diperlukan tangki-tangki untuk menyuplai kebutuhan pemadaman,” jelasnya, Banjarbaru, Jumat (16/10/2026).
Menurut Endarto, pasokan air diperoleh melalui unit pemadam kebakaran, perusahaan yang terlibat dalam operasi, serta dukungan pihak lain yang membantu penyediaan air, termasuk melalui layanan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK).
Air tersebut kemudian didistribusikan untuk menunjang kerja tim pemadaman yang bergerak menuju titik api di dalam kawasan.
Selain dukungan kendaraan tangki, upaya memperkuat ketersediaan air juga dilakukan melalui bantuan empat titik sumur bor dari perusahaan Borneo Indobara.
Sumur bor yang berada di sekitar pinggir jalan itu diharapkan dapat menjadi sumber tambahan untuk memenuhi kebutuhan air selama proses pemadaman berlangsung.
Endarto menyampaikan, keberadaan sumur bor tidak hanya bermanfaat dalam kondisi darurat, tetapi juga berpotensi dimanfaatkan setelah penanganan karhutla selesai, sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan.
Dengan dukungan berbagai sumber air dan koordinasi antarpihak, pemerintah berharap proses pemadaman di Blok Merah dapat berjalan lebih efektif, terutama untuk menjangkau titik api yang berada jauh dari akses jalan. MC Kalsel/Rns
Tidak ada komentar