TAMIANG LAYANG, LN-NEWS.ID — Sebanyak 167 rumah warga Desa Muara Awang, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur, kini mendapatkan sambungan listrik gratis melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dalam rangka Program Listrik Perdesaan (Lisdes) yang bersumber dari APBN Tahun 2025. Kehadiran listrik 24 jam tersebut dinilai menjadi jawaban atas penantian panjang masyarakat sekaligus membuka peluang baru bagi peningkatan kesejahteraan warga.
Camat Dusun Tengah Prismayandi menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terealisasinya pembangunan jaringan serta sambungan listrik perdesaan di Desa Muara Awang. Menurutnya, hadirnya listrik bukan hanya memberikan penerangan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendorong aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik di desa.
“Atas nama Pemerintah Kecamatan Dusun Tengah dan mewakili seluruh lapisan masyarakat Desa Muara Awang, kami menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya,” ujar Prismayandi.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat yang telah mengalokasikan dukungan pembangunan infrastruktur energi tersebut. Penghargaan juga disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Barito Timur, khususnya Bupati M. Yamin beserta jajaran, yang terus memperjuangkan pemerataan pembangunan hingga ke wilayah perdesaan.
Ucapan terima kasih juga diberikan kepada PT PLN (Persero) yang telah bekerja keras menyelesaikan pembangunan jaringan dan sambungan listrik perdesaan di Desa Muara Awang.
“Terima kasih kepada Pemerintah Pusat atas alokasi dan dukungan pembangunan infrastruktur energi ini, kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Timur, khususnya Bapak Bupati beserta seluruh jajaran, serta PT PLN yang telah bekerja keras menyelesaikan pembangunan jaringan dan sambungan listrik perdesaan di Desa Muara Awang dengan sangat baik,” katanya.
Prismayandi menjelaskan, dalam pelaksanaan Program Lisdes di Desa Muara Awang telah diselesaikan 167 Sambungan Rumah (SR) gratis melalui BPBL bagi warga. Selain itu, sebanyak 11 fasilitas umum dan fasilitas sosial (fasum-fasos) non-BPBL di desa tersebut juga telah mendapatkan sambungan listrik.
Menurutnya, angka tersebut bukan sekadar data pembangunan, tetapi menjadi gambaran nyata hadirnya akses energi bagi masyarakat yang selama ini menantikan listrik 24 jam.
“Hadirnya aliran listrik 24 jam ini merupakan mimpi panjang warga yang akhirnya terwujud,” ungkapnya.
Prismayandi meyakini, tersedianya listrik secara penuh akan memberikan dampak positif terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat. Aktivitas ekonomi lokal dapat berkembang karena warga memiliki akses energi yang lebih memadai untuk menjalankan usaha.
Di bidang pendidikan, anak-anak juga akan memiliki waktu dan ruang belajar yang lebih baik pada malam hari. Sementara dalam pelayanan publik, ketersediaan listrik akan mendukung berbagai aktivitas pemerintahan dan pelayanan masyarakat di tingkat desa.
“Kami meyakini masuknya listrik tidak hanya memerdekakan warga dari kegelapan, tetapi juga akan mendongkrak perekonomian lokal, meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak kita, serta menunjang pelayanan publik di Desa Muara Awang,” katanya.
Bupati Pastikan Kesiapan Peresmian
Sementara itu, Bupati Barito Timur M. Yamin meninjau langsung kesiapan pelaksanaan peresmian Program Lisdes di Desa Muara Awang. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh aspek teknis dan sarana pendukung telah siap menjelang agenda peresmian.
Peresmian Program Lisdes tersebut rencananya dilaksanakan melalui teleconference secara serentak secara nasional yang mencakup 10 wilayah kabupaten/kota di Indonesia dan akan dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia melalui teleconference.
Bagi masyarakat Desa Muara Awang, program ini menjadi momentum penting karena manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan dalam bentuk jaringan listrik yang terpasang, tetapi juga membuka akses terhadap berbagai peluang baru.
Dengan tersedianya listrik 24 jam, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan energi tersebut secara produktif untuk mengembangkan usaha, meningkatkan aktivitas pendidikan, serta memperkuat berbagai kegiatan sosial dan pelayanan di desa.
Program Lisdes di Muara Awang pun menjadi salah satu wujud nyata upaya pemerataan akses energi hingga ke pelosok perdesaan, sehingga masyarakat dapat menikmati manfaat pembangunan secara lebih merata.(cak)
Tidak ada komentar