Kuala Pembuang – Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda, memberikan arahan dan pembinaan kepada seluruh Pejabat Eselon III serta Jabatan Fungsional (JF) Ahli Madya Teknis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Seruyan, Kamis (25/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Seruyan tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat disiplin aparatur, meningkatkan kualitas kinerja birokrasi, serta mempertegas komitmen pemerintah daerah dalam memerangi penyalahgunaan narkoba.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Seruyan, para Asisten Setda, Kepala BKPSDM, para Pejabat Eselon III, serta JF Ahli Madya Teknis. Dari total 164 formasi Pejabat Eselon III yang tersedia, sebanyak 154 jabatan telah terisi, ditambah tiga pejabat fungsional ahli madya teknis. Tercatat sekitar 120 peserta hadir mengikuti kegiatan pembinaan tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Ahmad Selanorwanda menegaskan bahwa pejabat administrator memiliki peran yang sangat penting dalam menjalankan roda pemerintahan. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan program pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pimpinan, tetapi juga oleh kemampuan para pejabat dalam menerjemahkan kebijakan tersebut menjadi langkah nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Pejabat Eselon III merupakan ujung tombak birokrasi. Saudara-saudara adalah penggerak organisasi yang berhadapan langsung dengan berbagai persoalan di lapangan. Oleh karena itu, saya berharap seluruh pejabat dapat menunjukkan kinerja terbaik dan menjadi contoh bagi seluruh ASN di unit kerja masing-masing,” ujar Bupati.
Bupati menekankan bahwa disiplin ASN merupakan salah satu fondasi utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Disiplin, menurutnya, tidak hanya sebatas hadir tepat waktu atau mematuhi aturan administratif, tetapi juga mencerminkan integritas, komitmen, dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah jabatan.
“Disiplin ASN bukan hanya soal absensi atau hadir tepat waktu. Disiplin adalah cerminan integritas, komitmen, dan tanggung jawab kita sebagai pelayan masyarakat. Ketika disiplin terjaga, maka kinerja organisasi juga akan meningkat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan tiga poin penting yang harus menjadi perhatian seluruh pejabat administrator. Pertama, setiap pejabat harus mampu menjadi teladan atau role model bagi bawahannya, baik dalam kedisiplinan, etika kerja, maupun pelaksanaan tugas sehari-hari. Kedua, mengoptimalkan fungsi pengawasan melekat (waskat) melalui pembinaan dan pengawasan yang aktif terhadap seluruh staf sesuai dengan ketentuan yang berlaku, termasuk mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Ketiga, memastikan bahwa disiplin kerja berdampak langsung terhadap peningkatan produktivitas, efektivitas pelaksanaan program, serta pencapaian target pembangunan daerah.
Menurut Bupati, tantangan birokrasi saat ini semakin kompleks seiring meningkatnya harapan masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik. Masyarakat menginginkan pelayanan yang cepat, transparan, profesional, dan akuntabel. Oleh karena itu, ASN dituntut untuk terus meningkatkan kapasitas dan membangun budaya kerja yang berorientasi pada hasil.
“Masyarakat saat ini semakin kritis dan menginginkan pelayanan yang berkualitas. Jangan sampai rendahnya serapan anggaran, keterlambatan pelaksanaan kegiatan, atau lemahnya koordinasi terjadi karena rendahnya disiplin kerja. Saya percaya saudara-saudara adalah orang-orang terbaik yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Seruyan,” katanya.
Bupati juga mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut menjadi momen pertama sejak dirinya menjabat sebagai Bupati Seruyan untuk mengumpulkan seluruh Pejabat Eselon III dalam satu forum khusus. Menurutnya, pertemuan tersebut penting untuk membangun komunikasi yang lebih efektif, menyamakan persepsi terhadap arah kebijakan pemerintah daerah, serta memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Saya ingin kita memiliki pemahaman dan semangat yang sama dalam membangun Seruyan. Melalui forum ini, saya berharap terjalin komunikasi yang lebih baik dan lahir komitmen bersama untuk terus meningkatkan kinerja pemerintahan,” ujarnya.
Selain pembinaan terkait disiplin ASN, Pemerintah Kabupaten Seruyan juga melaksanakan tes narkoba bagi seluruh peserta yang hadir. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung gerakan nasional pemberantasan narkoba sekaligus memastikan aparatur pemerintah bebas dari penyalahgunaan narkotika.
Bupati menegaskan bahwa ASN harus menjadi contoh yang baik bagi masyarakat, termasuk dalam menjaga integritas dan menjauhi segala bentuk penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depan pribadi maupun institusi.
“Tes narkoba ini merupakan bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten Seruyan dalam memerangi narkoba. ASN harus menjadi teladan bagi masyarakat. Tidak boleh ada toleransi terhadap penyalahgunaan narkoba di lingkungan pemerintahan,” tegasnya.
Melalui kegiatan pembinaan dan tes narkoba tersebut, Pemerintah Kabupaten Seruyan berharap seluruh pejabat administrator dan pejabat fungsional dapat semakin meningkatkan disiplin, profesionalisme, integritas, serta komitmen dalam menjalankan tugas dan fungsi masing-masing. Dengan demikian, pelayanan publik dapat terus ditingkatkan dan tujuan mewujudkan birokrasi yang bersih, berwibawa, serta melayani dapat tercapai secara optimal. (MMCSeruyan/IH)
Tidak ada komentar