BPBD Kalteng: Penanganan Karhutla Terus Dimaksimalkan, 645 Hotspot Terdeteksi Hingga 11 Agustus 2026

waktu baca 5 menit
Rabu, 12 Agu 2026 08:59 0 Redaksi LN News (Lawyer Nusantara News)

Palangka Raya, LN-NEWS.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah kabupaten/kota, Masyarakat Peduli Api (MPA), Dinas Kehutanan, dan relawan terus mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah, Selasa (11/8/2026). Penanganan dilakukan melalui pemadaman, penyekatan, pembasahan, pendinginan, patroli, serta pemantauan secara intensif melalui jalur darat dan udara.

Berdasarkan pembaruan Posko Penanganan Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah, sejumlah titik kebakaran masih dalam proses penanganan. Kondisi tersebut terutama terjadi pada wilayah dengan karakteristik lahan gambut, sebaran titik api yang luas, medan yang sulit, keterbatasan akses, serta terbatasnya sumber air. Tim gabungan terus berupaya mencegah api meluas ke permukiman maupun kawasan lain yang berpotensi terdampak.

Di Kota Palangka Raya, penanganan karhutla masih dilakukan terutama di wilayah Jekan Raya dan Bukit Tunggal. Di Jalan Tegal Sari, luas area terbakar mencapai sekitar 4,29 hektare, dengan 0,92 hektare di antaranya telah berhasil dipadamkan. Tim masih melakukan pemadaman, penyekatan, dan pendinginan. Sementara itu, karhutla di Jalan Gurame dan Jalan Rungan, Bukit Tunggal, dengan total luas sekitar 0,58 hektare telah berhasil dipadamkan.

Di Kabupaten Kotawaringin Timur, kebakaran di Baamang Hulu seluas sekitar 28 hektare dan di Jalan Tjilik Riwut Km 7 seluas sekitar 15 hektare masih dalam penanganan. Kendala utama petugas di lapangan adalah keterbatasan sumber air. Sementara di Kabupaten Barito Utara, dua titik karhutla di Desa Trahean telah berhasil dipadamkan, sedangkan kebakaran sekitar 4 hektare di Desa Trinsing masih dalam proses penanganan.

Banner LN-News.ID

Penanganan juga berlangsung di Kabupaten Barito Selatan, Kapuas, Katingan, dan Pulang Pisau. Sebagian besar titik karhutla di Barito Selatan telah padam, namun kebakaran sekitar 10 hektare di Desa Kalahien masih ditangani. Di Kapuas dan Katingan, beberapa titik masih dalam proses pemadaman akibat kendala akses dan kondisi medan. Sementara karhutla di kawasan gambut Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, belum sepenuhnya padam.

Di wilayah Tanjung Taruna, tim gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, MPA, Barisan Pemadam Kebakaran (BPK), BPBD, dan unsur terkait lainnya terus melakukan pembasahan dan pemadaman. Sekitar 0,8 hektare lahan di Jalan Tanjung Taruna masih mengeluarkan asap, sedangkan kebakaran sekitar 0,3 hektare di Jalan Rahmat hingga Satu Atap juga belum sepenuhnya padam.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hingga 11 Agustus 2026 tercatat sebanyak 645 hotspot di wilayah Kalimantan Tengah. Konsentrasi hotspot tertinggi berada di Kabupaten Kotawaringin Timur dengan 189 titik dan Kabupaten Kapuas sebanyak 114 titik. Pergerakan asap terpantau ke arah barat laut, dengan kondisi berkabut asap mulai terjadi di Buntok dan Muara Teweh serta jarak pandang sekitar 5–7 kilometer. Sementara Palangka Raya, Pangkalan Bun, dan Sampit relatif cerah dengan jarak pandang 9–10 kilometer.

Kualitas udara di Kalteng bervariasi, dengan kategori Tidak Sehat di Katingan dan Barito Selatan, serta Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif di enam wilayah lainnya. Kotawaringin Barat berada pada kategori Baik dengan ISPU 21, sementara pemantauan di Sukamara belum tersedia, AQMS Pulang Pisau rusak, dan AQMS Kapuas masih dalam persiapan operasional.

Penanganan karhutla diperkuat melalui operasi udara dengan pemantauan 514 hotspot dan patroli terhadap 125 titik. Satgas juga melakukan waterbombing di Sebangau Kuala dan Petuk Katimpun serta OMC di Kotawaringin Timur dengan penyemaian 1.000 kilogram garam untuk mendukung pemadaman.

BPBD Provinsi Kalimantan Tengah melalui Pusdalops-PB juga terus melakukan konsolidasi dan verifikasi data kejadian dari seluruh kabupaten/kota. Dalam rekapitulasi periode 10–11 Agustus 2026 tercatat 55 kejadian karhutla dengan luas mencapai 99,481 hektare, sementara pembaruan data pada 11 Agustus mencatat 43 kejadian di tujuh wilayah dan masih terus diperbarui berdasarkan laporan serta verifikasi lapangan.

Pemantauan digital karhutla melalui 28 kamera yang ditempatkan di 12 titik pada empat kabupaten juga terus dimaksimalkan. Hingga pukul 13.00 WIB, terpantau tiga titik kepulan asap di wilayah Kota Palangka Raya dan Kabupaten Kotawaringin Barat. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena kondisi lahan relatif kering dan potensi hujan masih berada pada kategori rendah hingga sedang pada periode 11–18 Agustus 2026.

Di Posko MPA Kameloh Baru, kondisi cuaca terpantau cerah dan kering tanpa hujan sehingga risiko karhutla masih tinggi. Kegiatan yang dilakukan meliputi apel, patroli pencegahan, pemantauan sumber air, sosialisasi kepada masyarakat, serta pemadaman dan pembasahan titik api di Jalan Mahir Mahar/Trans Kalimantan Km 22 bersama Manggala Agni. Hingga laporan dibuat, proses pembasahan masih berlangsung.

Dari sisi kesehatan, tercatat 2.052 kasus ISPA selama 7–11 Agustus 2026 di 14 kabupaten/kota se-Kalteng. Pada 11 Agustus terdapat 600 kasus baru, dengan sembilan pasien dirawat inap. Kasus tertinggi tercatat di Palangka Raya (115 kasus) dan Kotawaringin Barat (111 kasus), meningkat 39,2 persen dibandingkan 7 Agustus. Kondisi udara sebagian wilayah berada pada kategori sedang hingga tidak sehat.

Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota terus melakukan pemantauan kasus, pelayanan kesehatan, edukasi, pembagian masker, pemantauan kesehatan petugas, serta penyaluran masker dan oxygen portable. Penanganan masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain keterbatasan masker dan obat-obatan, gangguan sinyal serta listrik yang memengaruhi pelaporan, dan perlunya validasi data karena ISPA juga dapat dipengaruhi berbagai faktor lainnya. Masyarakat diimbau tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api atau kepulan asap.

Tim gabungan akan terus mengintensifkan pemantauan, patroli, pemadaman, penyekatan, pembasahan, dan pendinginan sesuai kondisi lapangan serta perkembangan cuaca guna mengendalikan karhutla sekaligus melindungi masyarakat, permukiman, dan lingkungan di Kalimantan Tengah. (Dw/Foto:BPBPK)

 

Avatar photo

Redaksi LN News (Lawyer Nusantara News)

LN-News.ID mengusung semangat untuk menghadirkan pemberitaan hukum yang berimbang, faktual, mendidik, serta mendorong terciptanya kesadaran hukum di tengah masyarakat.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA