Jumlah Penerima MBG Berpotensi Turun 6 Juta

waktu baca 1 menit
Jumat, 7 Agu 2026 09:51 2 Redaksi LN News (Lawyer Nusantara News)

Jakarta – LN-NEWS.ID

Pemerintah menemukan 6 juta data ganda penerima manfaat program makan bergizi gratis (MBG). Hal ini membuat jumlah penerima MBG bakal dievaluasi.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengatakan data ganda itu terjadi karena seorang anak tercatat di dua instansi yang berbeda. Ia mencontohkan, seorang anak terdaftar sebagai siswa di Madrasah Tsanawiyah (MTs) di bawah naungan Kementerian Agama, namun di saat yang sama juga tercatat sebagai santri di pondok pesantren.

“Atau dia SMP di dalam pondok (pesantren) dihitung di data Kemendikdasmen sebagai siswa. Kemudian dia juga tercatat sebagai santri di pondok pesantren,” ujar Sudaryono dalam konferensi pers di Kementerian Koordinator Pangan, Jakarta Pusat, Kamis (6/8/2026).

Banner LN-News.ID

Sudaryono menjelaskan pemerintah terus berkoordinasi data agar tidak ada lagi data ganda dalam penerima MBG, mulai dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Kementerian Agama, hingga Kementerian Kesehatan.

“(agar) Datanya tuh saling ngobrol gitu sehingga kita betul-betul menemukan sebetulnya tuh. Jadi, tidak ada double identitas,” tambah Sudaryono.

Saat ditanya mengenai jumlah data ganda, Sudaryono menyebut angka pengurangannya bisa mencapai sekitar 6 juta penerima MBG.

“Kalau nggak salah ada pengurangannya ada sekitar ya ada 6 juta. Kita sisir,” sambungnya. detik/

 

Avatar photo

Redaksi LN News (Lawyer Nusantara News)

LN-News.ID mengusung semangat untuk menghadirkan pemberitaan hukum yang berimbang, faktual, mendidik, serta mendorong terciptanya kesadaran hukum di tengah masyarakat.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA