Mitchell Baker ‘Haaland’ Versi Indonesia, Apa yang Bikin Tingginya Sampai 196 Cm?

waktu baca 2 menit
Rabu, 29 Jul 2026 10:55 6 Redaksi LN News (Lawyer Nusantara News)

Jakarta – LN-NEWS.ID
Mitchell Baker menjalani debut impian bersama Timnas Indonesia melawan Kamboja. Baker langsung mencetak hat-trick dalam laga di Stadion Pakansari.

Pemain berdarah Indonesia-Australia itu dipercaya John Herdman tampil sebagai starter kontra Kamboja pada laga perdana Piala AFF 2026, Senin (27/7/2026)

Pemain kelahiran Melbourne, Australia, 11 Desember 2006 itu memiliki tinggi sekitar 196 cm atau hampir dua meter. Dengan tinggi menjulang ini, Baker bak ‘raja’ untuk duel-duel bola atas. Tak berlebihan jika beberapa netizen menjulukinya ‘Haaland’ versi Indonesia.

Lalu, apa sebenarnya yang membuat seseorang bisa memiliki tinggi badan setinggi Mitchell Baker?
1. Genetik

Banner LN-News.ID

Faktor keturunan merupakan penentu paling dominan. Menurut MedlinePlus dari National Institutes of Health (NIH), sekitar 80 persen variasi tinggi badan manusia dipengaruhi faktor genetik.

Berdasarkan dokumen naturalisasi Mitchell merupakan putra dari Daniel Robert Baker (ayah), warga negara Australia yang lahir di Geelong.
Maureen Lee Baker (ibu), perempuan berdarah Indonesia yang memiliki garis keturunan dari Yogyakarta dan Semarang.

Artinya, seseorang bisa saja memiliki tubuh sangat tinggi karena mewarisi kombinasi gen tertentu dari ayah, ibu, maupun leluhur sebelumnya, meski tinggi badan orang tuanya tidak selalu luar biasa tinggi.
2. Nutrisi Selama Masa Pertumbuhan

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa nutrisi pada masa anak-anak sangat penting untuk pertumbuhan tinggi badan.

Besar kemungkinan bahwa orang tua dari Mitchell sangat memerhatikan perihal ini. Karena, sang Ibu, Maureen merupakan mantan atlet profesional golf dan softball.
Baca juga:
John Herdman Sampai Mendongak, Kenapa Elkan Baggott Bisa Tinggi Banget?

3. Tidur yang Cukup

Dikutip dari Medical News Today, kebiasaan tidur cukup juga berperan penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Jika dikaitkan dengan Mitchell, besar kemungkinan ia juga mendapatkan ‘aturan khusus’ soal jam tidur, mengingat sang ibu yang mantan atlet.
4. Olahraga Teratur

Olahraga teratur penting untuk perkembangan fisik yang optimal karena mendukung kesehatan tulang dan jaringan otot. Berolahraga dapat membuat tulang lebih padat dan kuat.

Hal inilah yang juga dilakukan oleh Mitchell. Ia sudah menekuni sepakbola sejak belia, bahkan di usia 10 tahun Mitchell bergabung di tim asal Hong Kong yaitu Hong Kong Football Club. /detik/

 

Avatar photo

Redaksi LN News (Lawyer Nusantara News)

LN-News.ID mengusung semangat untuk menghadirkan pemberitaan hukum yang berimbang, faktual, mendidik, serta mendorong terciptanya kesadaran hukum di tengah masyarakat.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA